MEMBERSHIP Pendaftaran membership FC Barcelona Indonesia secara online, disini. Tanya-tanya bisa langsung melalui forum di sini.        Para pengunjung forum disarankan untuk tidak klik link-link yang tidak jelas di dalam forum ini. Sebab seringkali muncul spam di forum ini yang berisi iklan2 internasional. Resiko atas kelalaian yang disebabkan oleh pengunjung, bukanlah tanggung jawab FCBI dan pengurus forum.        Next Match - LIGA : Real Sociedad vs FC.Barcelona. Senin 05 Januari 2015. Jam 03:00 WIB.        Last Match - LIGA : FC Barcelona 5 - 0 Cordoba . Gol Barcelona oleh Pedro '2 ,Suarez 53' ,Pique 80' ,Messi 82' ,90'+1        Kritik, saran, dan keluhan dapat disalurkan melalui forum disini.
Current time: 26-03-2017, 14:24 Hello There, Guest! (LoginRegister)



Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 1 Votes - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
SEJARAH BARCELONA
17-04-2010, 0:56 (This post was last modified: 24-04-2010 14:25 by Boix.)
Post: #1
SEJARAH BARCELONA
Klub yang mempunyai motto 'El Barca Es Mas Que Un Club' Barcelona bukan hanya sekedar klub, didirikan oleh 12 orang yang dipimpin Joan Gamper pada tanggal 29 Nopember 1899 di Katalonia.

Barcelona merupakan cerminan sikap politik sayap kiri Spanyol, sikap kaum tertindas, sebuah bangsa (Katalonia) yang hanya akan menjadi bagian dari sebuah negara.

Melalui Barcelona inilah orang Katalonia ingin menunjukkan kelebihan mereka dari penjajah Spanyol. Terutama jika klub ini berhadapan dengan Real Madrid, yang sejak tahun 1930-an jamannya Jendral Franco merupakan klub favorit pemerintah Spanyol, klub ini mempunyai semboyan 'Boleh kalah dengan klub lain, asal tidak dengan Real Madrid'.

Manuel Vazquez Montalban, seorang penulis terkenal dari Spanyol menyebutkan, Barcelona sebagai senjata pamungkas bagi sebuah bangsa tanpa negara.

Karena misi yang dianggap suci oleh orang Katalonia itulah, Barcelona selalu menjaga kemurnian tujuan klub. Mereka tidak mau disamakan dengan klub lain, dan tidak mau tunduk dengan nilai-nilai komersial. Karena itulah sampai sekarang Barcelona merupakan satu-satunya klub yang tidak mengijinkan kostumnya dipasangi iklan.

Barcelona merupakan satu-satunya klub di Eropa yang presidennya dipilih oleh pemegang tiket musiman (pendukung paling murni), bukan pula oleh dewan direktur dan bukan pemegang modal. Calon Presiden klub berdebat di televisi, berkampanye mengajukan program layaknya pemilihan Presiden sebuah negara.

Klub ini dijuluki 'Barca' dan 'Los Azulgranas' karena berkostum warna biru dan merah tua, yang konon warna biru merah secara sengaja diambil dari bendera Prancis sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Spanyol di Madrid.

Klub ini juga pernah dihuni pemain-pemain kelas dunia seperti: Johan Cruyff, Maradona, Ronald Koeman, Gary Lineker, Rivaldo, Josep "Pep" Guardioal, Hristo Stoickov, Diego Maradona....dan beberapa pemain seperti Luis Figo, Figo kemudian menjadi pemain yang sangat dibenci oleh pendukung Barcelona karena berkhianat ke rival abadi Real Madrid, pelemparan kepala babi dari karet padanya menggambarkan kebencian itu.

:)semoga menambah kecintaan anda pada klub iniThatsrite

"FC BARCELONA, no sólo una regulares de fútbol...Barca"
Visit this user's website Find all posts by this user
Quote this message in a reply
17-04-2010, 15:13
Post: #2
Tumbs_Up RE: Ini Sejarah Barcelona
mantabs dahh...ane PERTAMAX..Smile

FlagFlagFlag
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
18-04-2010, 1:54
Post: #3
RE: Ini Sejarah Barcelona
Beh, Figo nya di ganti aja.

"I know what I like and I like what I know."
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
18-04-2010, 13:42
Post: #4
RE: Ini Sejarah Barcelona
Ronaldo juga ndra??? heheheh....

[Image: sign-FCBI.png]
Visit this user's website Find all posts by this user
Quote this message in a reply
18-04-2010, 14:49 (This post was last modified: 18-04-2010 14:50 by Hendrick.)
Post: #5
RE: Ini Sejarah Barcelona
(18-04-2010 1:54)airos Wrote:  Beh, Figo nya di ganti aja.

dengan ini semoga memuaskan,heheheheMringis
(18-04-2010 13:42)azrailyaZ Wrote:  Ronaldo juga ndra??? heheheh....

utk menghindari hal2 yg tidak diingini,maka saran pak ilyaz diterima...Joget

"FC BARCELONA, no sólo una regulares de fútbol...Barca"
Visit this user's website Find all posts by this user
Quote this message in a reply
18-04-2010, 15:30
Post: #6
RE: Ini Sejarah Barcelona
Ronaldo seh masih bisa dimaafkan, toh dia ga langsung jadi pengkhianat.

"I know what I like and I like what I know."
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
18-04-2010, 15:59
Post: #7
RE: Ini Sejarah Barcelona
yeah... Joget

ga perlu figo dan ronaldo.. Ronaldinho sangat perlu.. hehee.. dia yg menghancurkan galacticos 1, sekarang messi yg menhancurkan galacticos 2... kakak adik di barca...

[Image: sign-FCBI.png]
Visit this user's website Find all posts by this user
Quote this message in a reply
21-04-2010, 20:26
Post: #8
La Masia
[size=medium]La Masia[/size]
Rumah berdinding batu itu tampak biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan Stadion Nou Camp yang agung dan megah, yang jaraknya hanya sepelemparan batu. Namun, bekas rumah pertanian

khas Catalunia abad ke-18 itu punya peran lebih penting pada perjalanan prestasi klub sepak bola Barcelona. Itulah La Masia de Can Planes, yang menjadi jantung pasukan ”L’equip Blaugrana” dan menjadi tonggak paling penting dalam sejarah klub juara Eropa 2009 itu.

Dari rumah batu itulah lahir pemain-pemain bintang yang musim lalu menjadi pilar tim asuhan Pep Guardiola saat merebut treble winner: Carles Puyol, Xavi Hernandez, Victor Valdes, Gerard Pique, Andres Iniesta, Sergio Busquet, Bojan Krkic, dan tentu saja Lionel Messi. Bahkan, La Masia adalah almamater bagi sejumlah pemain bintang yang bersinar di Eropa, seperti Cesc Fabregas (Arsenal) atau Jose Manuel Reina (Liverpool).

Guardiola sendiri alumnus La Masia. Pada usia 13 tahun, dia meninggalkan kehangatan rumah orangtuanya di Santpendor, sekitar 70 kilometer dari Barcelona, untuk berlatih di La Masia pada tahun 1984. Delapan tahun kemudian, mimpi Guardiola menjelma menjadi kenyataan. Pada tahun pertamanya di tim senior pada 1992, Barcelona menjadi juara Piala Champions (sekarang bernama Liga Champions). Tujuh belas tahun berselang, Guardiola mencatat sejarah lagi. Dalam tahun pertamanya sebagai pelatih, dia merebut Liga Champions, plus dua trofi lain, Liga Spanyol dan Piala Raja.

Diresmikan sebagai pusat pelatihan bagi tim yunior Barcelona pada 20 Oktober 1979, La Masia menjadi salah satu kamp paling elite bagi bakat-bakat super dari seluruh dunia. Dalam 30 tahun, sebanyak 450 pemain bola muda memancangkan mimpinya di bangunan dengan luas 610 meter persegi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 40 pemain menjadi pemain utama Barcelona, sementara sisanya menyebar di klub-klub lain di Spanyol dan pelosok Eropa.

Sukses La Masia, menurut Carles Folguera yang menjadi direktur di kamp itu sejak 2002, adalah kombinasi antara tradisi citra klub yang penuh gaya, permainan menyerang, dan pendidikan multidimensional. ”Yang membedakan kami adalah pendidikan yang berlangsung selama 24 jam sehari dalam tujuh hari sepekan,” ujar Folguera kepada Reuters, pekan lalu.

”Tak ada satu pun bakat (pemain) yang tak bisa kami asah. Kami punya barisan profesional yang mampu memenuhi semua kebutuhan pemain-pemain muda penuh bakat yang haus dan punya mimpi besar menjadi juara,” kata Folguera yang mantan kiper tim hoki Barcelona.

Barangkali kombinasi yang diutarakan Folguera ada benarnya sebagai kunci sukses La Masia. Namun, kombinasi itu tak akan pernah berjalan tanpa kehidupan normal penghuni kamp yang masih berada di permulaan masa remaja. Mereka sungguh menjalani kehidupan seperti anak sebayanya.

Saat ini ada 60 penghuni kamp La Masia. Sepuluh di antara mereka menempati bekas rumah pertanian yang berlantai dua dan sisanya menempati asrama yang menyatu dengan Nou Camp.

Seperti remaja lain, penghuni La Masia memulai kegiatannya pada pukul tujuh pagi di kelas mengikuti pelajaran sekolah. Kegiatan sekolah berakhir pada pukul satu saat makan siang. Setelah istirahat sebentar, mereka belajar secara mandiri selama dua setengah jam. Pada pukul enam sore, para talenta yang sebagian berasal dari Brasil, Argentina, Hongaria, Georgia, Kamerun, dan Senegal ini berlatih sepak bola di kamp latihan Sant Joan Despi. Pukul 21.15 mereka makan malam dan lampu asrama dimatikan pukul 23.30.

Pekan lalu, saat La Masia merayakan ulang tahun ke-30, Guardiola ditanya kesan-kesannya tinggal di asrama bersejarah itu. ”Saya ingat hari pertama saat orangtua saya mengantar dan membekali saya dengan makanan yang enak,” kenang Guardiola. ”La Masia adalah pilar penting klub. Di sini kami menjaring bakat, mendidik agar mereka punya bekal berharga, bukan hanya bagi sepak bola, tetapi juga bagi kehidupannya.”

Kesaksian Guardiola dibenarkan Guillermo Amor, gelandang yang pernah tinggal di asrama La Masia antara 1980 dan 1988. ”Para guru dan pembimbing di sini memberikan bekal bagi kehidupan pribadi. Meskipun tidak masuk dalam tim utama, Anda tetap punya bekal untuk hidup pada arah yang lain, atau bahkan hidup dengan cara yang lain,” ujar Amor yang sejak hijrah dari Barcelona bermain untuk Fiorentina, Villarreal, dan Livingston.

”Sangat tidak mungkin, saat Anda melewati La Masia, untuk tidak menoleh ke sebuah tempat yang dulu sempat menjadi rumah Anda,” ujar Amor.

Jika La Masia memberikan bekal kehidupan pada arah yang lain bagi Amor, Guardiola sungguh menikmati brand of style kawah candradimuka yang juga melahirkan sejumlah pemain tenar seperti Sergi Barjuan, Ivan de la Pena, dan Sergio Garcia tersebut. Seperti kata Folguera, Guardiola sungguh menjiwai seni sepak bola menyerang yang bak ”setiap tarikan napas” setiap penghuni La Masia.

Musim lalu, sepak bola indah dan mematikan Barcelona menggenggam dunia dengan tiga mahkota bergengsi. Musim ini, mereka tetap superior dalam persaingan dengan Real Madrid yang musim panas lalu membelanjakan uang sekitar Rp 2,7 triliun untuk membangun ”Los Galacticos” baru.

Dikejutkan dengan kekalahan kandang melawan Rubin Kazan di gelaran Liga Champions, pasukan Guardiola menunjukkan lagi kelasnya sebagai tim paling memukau di muka bumi saat menghadapi Real Zaragoza. Sepak bola indah yang dipadu dengan penyelesaian mematikan menghasilkan enam gol dan bahkan bisa sampai 10 gol dengan tambahan sedikit keberuntungan. Messi, yang masih kelelahan setelah menjalani laga kualifikasi Piala Dunia, sempat membukukan satu gol, dan Barcelona bertengger di puncak klasemen dengan unggul tiga angka atas Real Madrid.

La Masia, sementara itu, tinggal menghitung hari. Manajemen Barcelona memutuskan membangun fasilitas baru bagi para talenta mudanya. Proyek ini untuk sementara tertunda akibat terbatasnya anggaran, tetapi La Masia tetap akan menjadi tonggak sejarah bagi Barcelona.

"FC BARCELONA, no sólo una regulares de fútbol...Barca"
Visit this user's website Find all posts by this user
Quote this message in a reply
21-04-2010, 21:33
Post: #9
RE: Ini Sejarah Barcelona
saya pernah baca ini di harian kompas.. bener ga mas hendrik?

[Image: sign-FCBI.png]
Visit this user's website Find all posts by this user
Quote this message in a reply
22-04-2010, 13:25
Post: #10
RE: Ini Sejarah Barcelona
Dari paragraf terakhir, kok ada tanda2 La Masia akan diganti ya? Atau hanya di renovasi?

"I know what I like and I like what I know."
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
Post Reply 




Forum Jump: